PRAKTIKUM SIFAT – SIFAT BUNYI “ BUNYI PADA BAMBU “

      Tujuan

Untuk mengamati salah satu sifat bunyi menggunakan bambu.

B.     Alat dan Bahan

1)      Alat tulis menulis

2)      Pemukul dari bambu

3)      Beberapa bambu yang sudah dipotong dan dirangkai.

C.    Dasar Teori

Bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya (Foster : 2004). Gelombang bunyi adalah salah satu bentuk energi. Energi bunyi tersebut berasal dari benda yang bergetar, getaran yang merambat disebut gelombang. Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran (Taranggono : 2007).

Bunyi pada dasarnya merupakan gelombang longitudinal yang merambat melalui medium, yang dihasilkan oleh getaran mekanis dan merupakan hasil perambatan energi.

a)      Sumber Bunyi

Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang-gelombang longitudinal ke segala arah. Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang tidak pernah merambat melainkan bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tetapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Secara bergantian bergerak di udara, menyembar dari sumber bunyi. Itulah alasannya mengapa gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

b)      Syarat Bunyi

1.      Ada sumber bunyi (benda yang bergetar).

2.      Ada medium yang merambatkan bunyi.

3.      Ada penerima (pendengar).

c)      Perambatan Bunyi

1.      Bunyi Merambat Melalui Benda Padat

2.      Bunyi Merambat Melalui Benda Cair

3.      Bunyi Merambat Melalui Udara

d)     Pengertian Bambu

Bambu termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem. Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan). Selama beberapa bulan tersebut, setiap tunas yang muncul akan tumbuh vertikal tanpa menumbuhkan cabang hingga usia kematangan dicapai. Lalu, cabang tumbuh dari node dan daun muncul. Pada tahun berikutnya, dinding batang yang mengandung pulp akan mengeras. Pada tahun ketiga, batang semakin mengeras. Hingga tahun ke lima, jamur dapat tumbuh di bagian luar batang dan menembus hingga ke dalam dan membusukkan batang. Hingga tahun ke delapan (tergantung pada spesies), pertumbuhan jamur akan menyebabkan batang bambu membusuk dan runtuh. Hal ini menunjukkan bahwa bambu paling tepat dipanen ketika berusia antara tiga hingga tujuh tahun. Bambu tidak akan bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama, dan bambu yang telah runtuh atau dipanen tidak akan digantikan oleh tunas bambu baru di tempat ia pernah tumbuh.

Dalam praktikum ini bambu menghasilkan bunyi yang dapat merambat melalui benda padat dengan cara dipukul.

D.    Langkah Kerja

1.      Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan selama praktikum.

2.      Coba pukul setiap bambu menggunakan pemukul yang sudah disiapkan.

3.      Amati perbedaan bunyi yang dihasilkan setiap bambu.

4.      Tulislah hasil dari perbedaan bunyi bambu yang dihasilkan pada tabel di bawah ini.

E.     Data Pengamatan

Tabel Pengamatan Bunyi Pada Bambu

Indikator

Bambu 1

Bambu 2

Bambu 3

Bambu 4

Bambu 5

Tinggi rendahnya bambu (cm)

45 cm

35 cm

25 cm

25 cm

20 cm

Diameter setiap bambu (cm)

10 cm

8 cm

6 cm

6 cm

6 cm

Kering atau basahnya bambu

Basah

Basah

Kering

Basah

Kering

Jumlah ketukan

5 ketuk

5 ketuk

5 ketuk

5 ketuk

5 ketuk

Jenis Bambu

Apus basah

Tutul

Basah

 

Petung Kering

Wulung

Basah

 

Apus Kering

KETERANGAN

Sedang

Nyaring

Nyaring

Nyaring

Sedang

 

Keterangan dari bunyi yang dihasilkan bambu :


a)      Nyaring

b)      Sedang

c)      Sangat Nyaring

 

Nama Bambu:

1. Bambu Apus Basah

2. Bambu Tutul Basah

 

3. Bambu Petung Kering

4. Bambu Wulung Basah

5. Bambu Apus Kering

 



F.     Pertanyaan

1.      Apakah bunyi yang dihasilkan dari setiap bambu berbeda ? Jelaskan !

Bunyi yang dihasilkan dari setiap bambu berbeda karena kelima bambu tersebut mempuyai jenis yang berbeda, ukuran yang berbeda baik tingginya maupun diameter setiap bambu, selain itu bambu yang basah atau kering juga mempengaruhi bunyi yang dihasilkan.

 

2.      Sifat apakah yang dihasilkan dari bunyi bambu tersebut ?

Bunyi dapat merambat melalui benda padat yaitu melalui bambu.

G.    Kesimpulan

Sifat bunyi yang dihasilkan dari bambu-bambu itu adalah bunyi dapat merambat melalui medium yaitu benda padat Bunyi yang dihasilkan dari setiap bambu berbeda karena kelima bambu tersebut mempuyai jenis yang berbeda, ukuran yang berbeda baik tingginya maupun diameter setiap bambu, selain itu bambu yang basah atau kering juga mempengaruhi bunyi yang dihasilkan. Selain itu suara yang dihasilkan juga berbeda. Bambu tutul basah, petung kering, dan wulung basah menghasilkan suara yang lebih nyaring sedangkan bambu apus basah dan apus kering suara yang ditimbulkan tidak begitu nyaring.

Komentar